Jimbaran, Kongres dan Lumpur Sidoarjo

Udah lama gak nulis, ternyata banyak juga blogwalker yang mampir. Kemana aja seh?. Kebetulan memang lagi sibuk, ada tugas luar kota di akhir Juni dan awal juli lalu. Diantaranya ada kegiatan di Solidaritas Perempuan, yaitu kongres ke-5 SP, sementara secara keseluruhan ada sedikit upaya menyelesaikan problem renovasi rumah yang pasti akan di update terus informasinya.

Pantai Jimbaran.

Akhir juli lalu daku ada tugas ke Bali, ditengah situasi sulit karena persoalan ini itu, rupanya Allah SWT betul-betul memberikan kasihsayangnya, dengan mengunjungi Bali sedikit terobati lara yang ada.

Berdiri di pinggir pantai Jimbaran gak jauh dari tempat nginap di Sari Segara Resort Pantai Kedonganan Tuban Badung Bali. Daku merasakan betapa pantai di pulau dewata ini memberi sensasi keindahan yang luar biasa. Aku merasakan bagaimana manusia sebenarnya hanya musafir yang singgah di antara ombak dan awan. Betapa ombak bisa kita arungi dan hadapi, tetapi awan hanya bisa kita lihat tanpa bisa di sentuh atau genggam. Itulah hidup yang harus dijalani penuh perjuangan, harapan dan cita-cita. Dimana kita tidak boleh berhenti karenanya. Menginjak pasir putih di jimbaran yang sepi, melihat nelayan di sana memberikan kedamaian tersendiri.

Kongres SP

Abis dari Bali, besoknya udah ngikutin lagi acara kongres SP, yah syukur aja acara pembukaannya minggu malam, jadi bisa pulang dulu abis break pembukaan karena sidang gak quorum, gak mesti banyak libur dari pekerjaan tetap.

Menunggu peserta quorum, diselenggarakan konferensi perempuan dan kemiskinan serta women tribunal, dalam hal ini yang bikin icon untuk kegiatan tersebut berasal dari lukisannya mbak leo Lintang Timur, ini foto lukisan yang dilelang dan pelukisnya.

Meski sidangnya alot, karena ada beberapa muka lama yang gak puas dengan kepengurusan BEN yang lalu, bagi daku sih yah wajar-wajar aja, dinamika forum. Secara keseluruhan daku cukup puas dengan keputusan yang diambil. Semoga ketua BEN yang baru bisa mengemban amanah untuk mewujudkan harapan akar rumput perempuan yang lebih baik. Good Luck ya Ris, enjoy it!

Lumpur Sidoarjo..

Meski udah lama kejadiannya lebih dari 2 tahun yang lalu, baru kemarin itu daku punya kesempatan lihat si lusi alias lumpur sidoarjo. Gak ada kata selain, semua terjadi karena kuasa-Nya. Suatu wilayah di kubur dengan lumpur, jadi wajar saja sebagian bilang semua ini terjadi karena bencana alam, yang terjadi setelah bencana gempa di jogya.

Wilayah ini, terakhir ku kunjungi sudah menjadi obyek wisata lumpur sidoarjo, beberapa penduduk yang menjadi korban alih profesi menjadi tukang ojek, ada juga perempuan yang menjadi tukang ojeknya. Beberapa wilayah yang sudah mengering lumpurnya masih terlihat bangunan kubah mesjid yang masih nyembul diatasnya. Sengaja dipertahankan sebagai bukti kepada pengunjung. Tukang ojek yang mengantar berulangkali menyampaikan: “dulu dibawah ini rumah saya, kampung kami”.

Aku cuma bisa menghela nafas, tidak mengerti semua terjadi, dan tidak sanggup membayangkan jika itu menimpa, Naudzubillahi min dzalik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s